Darkside of Oktavianus

Making virus and all of them as our friends

Hari terakhir kebebasan dan awal baru yang (semoga) lebih baik?

Posted by oktavianus pada April 1, 2008

BY: John I Hessler

Salam semua,

Mungkin kalian sudah tahu bahwa mulai besok April 2008
pemerintah akan menerapkan UU ITE yang disahkan
sebelumnya oleh DPR (tapi saya dengar-dengar belum
disahkan presiden). Salah satu penerapan dari UU ITE
itu adalah pemerintah akan berusaha memblok para
pengguna internet di Indonesia untuk mengakses situs
porno.

Usaha pemerintah ini menimbulkan pro dan kontra di
masyarakat, apalagi ada yang menengarai ini adalah
“pesanan” dari suatu kelompok tertentu. Ada juga yang
menduga bahwa ini adalah awal dari pemberangusan
kebebasan di internet yang selama ini tidak dapat
dikontrol dengan baik oleh pemerintah. Dengan menutup
akses terhadap situs porno sebagai pembukaan,
dicurigai pemerintah akan berusaha menutup akses
terhadap situs-situs lain. Silakan baca UU ITE yang
dapat diunduh (download) dari situs depkominfo untuk
memperkirakan apa yang mungkin dianggap sebagai
“ancaman” oleh pemerintah. Ada yang memberitahu saya
bahwa menteri terkait, sewaktu diwawancara Koran
Tempo, menyatakan akan menutup situs-situs yang
dianggap “berbahaya”. Saya tidak membaca wawancara
tersebut karena saya tidak menganggap perlu membaca
sampah propaganda seperti itu.

Tentu saja banyak orang yang menolak usaha pemerintah
ini cenderung tutup mulut karena, berkaca dari usaha
suatu kelompok untuk memaksakan pengesahan RUU Anti
Pornografi dulu, kemungkinan mereka akan dituduh
sebagai pendukung pornografi. Namun bila direnungkan
dengan akal sehat, dan saya percaya kita semua punya
akal sehat, kalau tidak mana mau kalian bergabung
dengan milis ini, apakah seorang yang menentang
pencuri dipukuli hingga mati adalah seseorang yang
mendukung pencurian? Teror argumentasi oleh
orang-orang yang salah didik ini sudah membuat kecut
banyak orang dan akibatnya tidak ada yang berani
berkomentar. Namun dengan banyaknya “dukungan”
perusakan situs depkominfo beberapa waktu lalu, kita
dapat menduga bahwa ada yang kontra dengan usaha
pemerintah ini.

Ada lagi yang dengan bodohnya mengatakan bahwa
penutupan situs porno tidak perlu membuat para
pengusaha warnet kuatir karena selama ini banyak orang
tua takut anaknya mengakses internet untuk mencari
pornografi, sehingga pembatasan ini akan membuat
mereka mengizinkan anaknya ke warnet dan akan
menggantikan para pengguna internet yang tidak lagi ke
warnet karena tidak bisa lagi mendapatkan bahan
pornografi. Bagus juga pendapatnya, tapi saya bertaruh
dia pasti orang eksak dan bukan orang sosial sehingga
gaya berpikirnya cukup “dungu” seperti itu.

Lalu apa yang dapat dilakukan untuk membatasi akses
pornografi tanpa melakukan blokir? Menurut saya yang
bodoh ini, salah satu caranya dengan membatasi akses
pornografi di kampus, sekolah, institusi, dan
tempat-tempat lain. Yang lainnya silakan pikir
sendiri. Saya tidak dibayar untuk kerja ini. Selain
itu mereka-mereka yang katanya pandai dan bekerja
sebagai pejabat, buat apa mereka dibayar dengan pajak
kita kalau mereka hanya seenaknya bicara dan tidak mau
berpikir keras?

Tidak perlu munafik, saya secara tegas menyatakan saya
tidak setuju dengan usaha gila ini karena:
1) Situs “crack” yang dulu sering saya periksa
mengharuskan saya untuk mengakses ke situs porno yang
menjadi sponsornya.
2) Saya curiga ini akan menjadi awal bagi pelarangan
akses ke situs-situs lain, misalnya situs terorisme
(yang ini sih biarin) yang kritis terhadap usaha
pemerintah.
3) Lucu juga pemerintah. Sekarang listrik dikasih
disinsentif dan insentif, jadi kita mau nonton TV jadi
gak bisa lama-lama, game online disebut sebagai salah
satu penyebab menurunnya prestasi siswa, membuat siswa
dan mahasiswa harus ribut dengan orangtuanya untuk
bisa mencari hiburan setelah dipaksa mengikuti
kurikulum salah urus ini, minyak goreng dan kebutuhan
pangan naik, kita jadi repot kalau mau ngemil, BBM
juga akan diberlakukan pembatasan, mau JJS
(jalan-jalan sore, menikmati pemandangan) jadi repot,
harga-harga naik, kita mau beli komik mahal. Apa kita
disuruh membudidayakan tawuran seperti mahasiswa dan
orang-orang di suatu kota tertentu, yang notabene
tidak bakal ada pembatasan karena aparatnya lebih suka
menangkap mereka yang mencoba akses pornografi (lebih
murah, tidak ada resiko dikeroyok massa).

Ya, maaf bila kalian anggap ini sesuatu yang tidak
bermutu. Semoga saja ini cuma April Mop atau tidak
bergerak liar.

Oh, ya, ada sisi baiknya juga. Katanya para pembuat
virus akan dipenjarakan (setahun apa berapa lama ya,
saya lupa). Tapi kan aparat tidak punya otak dan
kemampuan untuk menangkap mereka. Sudah capek, belum
tentu ada hasil lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: